Menyayangi Diri secara Sehat
Martabat manusia, tubuh-pikiran-spiritualitas-waktu-hubungan, empati, dan tolong-menolong.
- Cinta diri bukan memenuhi semua keinginan.
- Perawatan diri realistis.
- Bahasa dukungan yang tidak menghakimi.
Belajar tentang martabat manusia, perawatan diri yang seimbang, empati, batas sehat dan persetujuan, perlindungan privasi, serta langkah aman menghadapi perundungan verbal, fisik, sosial, dan digital.
1. Menjelaskan martabat manusia dalam Islam.
2. Menerapkan perawatan diri yang seimbang.
3. Mengenali perundungan dan kekerasan.
4. Menunjukkan empati serta batas sehat.
5. Menggunakan media sosial dengan aman.
Elemen Akhlak. Pembelajaran menghubungkan cinta diri yang sehat dengan martabat, empati, keselamatan, privasi, dan penghormatan kepada sesama.
Memahami dan membiasakan akhlak cinta diri dan sesama secara sehat melalui perawatan diri yang seimbang, empati, batas sehat, perlindungan privasi, dan sikap aman menghadapi perundungan.
Elemen AkhlakMartabat manusia, tubuh-pikiran-spiritualitas-waktu-hubungan, empati, dan tolong-menolong.
Keselamatan, privasi, waktu, kenyamanan, izin sebelum memotret/mengunggah, hak menolak, dan informasi pribadi.
Bukti, dukungan, prosedur, privasi, literasi digital, Kampanye Kelas Aman, refleksi, dan asesmen.
Akun anonim mengejek penampilan salah satu murid. Beberapa teman hanya memberi emoji tertawa. Seorang murid menyimpan bukti, tidak membalas dengan hinaan, melapor kepada guru, dan mendampingi korban. Sekolah kemudian menindaklanjuti sesuai prosedur.
Setiap manusia memiliki martabat. Menjaga diri mencakup tubuh, pikiran, spiritualitas, waktu, dan hubungan. Perawatan diri perlu realistis melalui tidur dan makan cukup, ibadah dan refleksi, serta menerima kelebihan dan kekurangan.
Empati adalah berusaha memahami keadaan orang lain dan merespons dengan hormat. Mendengar, tidak menghakimi, dan menawarkan bantuan sesuai kemampuan merupakan unsur yang saling berkaitan.
Batas sehat melindungi keselamatan, privasi, waktu, dan kenyamanan. Persetujuan harus jelas dan dapat ditarik. Izin sebelum memotret, hak menolak sentuhan, dan menjaga informasi pribadi adalah contoh penerapan.
Perundungan dapat berbentuk verbal, fisik, sosial, atau digital. Penanganan memerlukan bukti, dukungan, dan prosedur. Jangan membalas dengan kekerasan, laporkan kepada orang dewasa, dan jaga bukti serta privasi.
Cinta diri yang sehat paling tepat ditunjukkan dengan ...
Dalil utama Bab 8 adalah Q.S. al-Isra'/17:70, Q.S. al-Hujurat/49:11, dan hadis tentang keselamatan dari lisan dan tangan.
Makna: seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.
Sumber: H.R. al-Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40, sebagaimana dicantumkan dalam buku.
Ikhfa haqiqi terjadi ketika nun sukun atau tanwin bertemu salah satu huruf ikhfa. Bunyi dibaca samar disertai dengung dua harakat.
Pada potongan ini, nun sukun bertemu huruf خ.
Tidak setiap nun sukun atau tanwin pada ayat otomatis menjadi ikhfa. Periksa huruf sesudahnya.
Latihan klasifikasi membantu menghindari hafalan tanpa analisis.
Batas sehat melindungi keselamatan, privasi, waktu, dan kenyamanan. Persetujuan tidak boleh dibentuk melalui tekanan.
Jelas: persetujuan perlu dinyatakan, bukan diasumsikan dari diam.
Bebas: tekanan teman sebaya dapat menghilangkan kebebasan memilih.
Dapat ditarik: seseorang dapat berubah pikiran dan batasnya tetap perlu dihormati.
Isikan peran/layanan sekolah. Jangan menuliskan cerita korban atau data sensitif.
Gunakan kata sandi kuat, aktifkan verifikasi dua langkah bila tersedia, batasi informasi lokasi, dan jangan mengirim foto pribadi karena tekanan. Bukti perundungan disimpan tanpa disebarkan lebih luas.
Menghormati manusia berarti menolak penghinaan berbasis suku, agama, kondisi ekonomi, gender, disabilitas, atau penampilan. Perbedaan tidak menghapus kewajiban berlaku adil.
Rasulullah saw. dikenal memperlakukan anak-anak, orang lemah, dan mereka yang berbeda kedudukan dengan kasih sayang. Buku mengingatkan bahwa ukuran kemuliaan bukan penampilan, kekayaan, atau popularitas, melainkan takwa dan akhlak.
Empat aktivitas menguji cinta diri, persetujuan, urutan respons perundungan, dan privasi digital.
Teman menerima hinaan dari akun anonim. Seorang siswa memiliki tangkapan layar sebagai bukti. Apa tindakan paling tepat?
Jawab 10 tantangan. Skor terbaik disimpan di browser.
Tantangan mencakup martabat, empati, batas sehat, perundungan, privasi, dalil, dan tajwid.
Skor terbaik masuk ke hasil belajar.
Buat poster dan prosedur singkat tentang cara meminta bantuan, menjadi saksi aktif, etika privasi, dan bahasa dukungan. Semua materi perlu diperiksa guru atau konselor sebelum digunakan.
| Tingkat | Deskripsi |
|---|---|
| 4 • Sangat Baik | Isi akurat dan lengkap, alasan kuat, contoh relevan, produk rapi, kerja mandiri/kolaboratif sangat bertanggung jawab. |
| 3 • Baik | Isi umumnya akurat, alasan cukup, contoh sesuai, produk selesai, tanggung jawab baik. |
| 2 • Berkembang | Sebagian isi benar, masih ada kekeliruan, alasan terbatas, produk memerlukan perbaikan. |
| 1 • Perlu Bimbingan | Isi belum menunjukkan pemahaman dasar, alasan tidak jelas, atau produk belum selesai. |
Tidak perlu menuliskan pengalaman perundungan, kekerasan, atau informasi pribadi. Gunakan contoh umum yang aman.
Aplikasi memilih 15 soal acak dari bank 20 soal. KKTP 75.
Materi: martabat dan cinta diri, empati dan tolong-menolong, batas sehat dan persetujuan, perundungan aman, dalil, ikhfa haqiqi, privasi digital, dan Kampanye Kelas Aman.
Alokasi: 3 pertemuan.
| 4 | Isi akurat dan lengkap, alasan kuat, contoh relevan, produk rapi, tanggung jawab sangat baik. |
|---|---|
| 3 | Isi umumnya akurat, alasan cukup, contoh sesuai, produk selesai. |
| 2 | Sebagian isi benar, alasan terbatas, produk perlu perbaikan. |
| 1 | Pemahaman dasar belum terlihat atau produk belum selesai. |