Memahami Qada dan Qadar
Ilmu, kehendak, ketetapan Allah, wilayah pilihan manusia, dan larangan menjadikan takdir alasan kelalaian.
- Dapat dikendalikan vs tidak dapat dikendalikan.
- Q.S. ar-Ra'd/13:11.
- Fatalisme vs tanggung jawab.
Iman kepada qada dan qadar menguatkan tanggung jawab, bukan kemalasan. Pilihan yang berada dalam kendali manusia perlu diusahakan dengan ilmu, informasi, pertimbangan risiko, doa, dan evaluasi.
1. Menjelaskan qada dan qadar secara proporsional.
2. Menghubungkan takdir dengan ikhtiar dan doa.
3. Membedakan tawakal dan pasrah.
4. Menyusun keputusan berbasis informasi.
5. Menunjukkan syukur, sabar, tanggung jawab, dan perbaikan.
Elemen Akidah. Fokusnya adalah iman kepada qada dan qadar yang memperkuat ikhtiar, doa, tawakal, dan tanggung jawab.
Memahami iman kepada qada dan qadar serta menunjukkan perilaku yang menguatkan keimanan melalui ikhtiar, doa, tawakal, syukur, sabar, dan tanggung jawab.
Elemen AkidahIlmu, kehendak, ketetapan Allah, wilayah pilihan manusia, dan larangan menjadikan takdir alasan kelalaian.
Informasi, alternatif, risiko, nilai moral, nasihat, doa, tawakal, dan evaluasi.
Evaluasi proses, menerima masukan, literasi digital, proyek Peta Keputusan, refleksi, dan asesmen.
Fahmi berkata ia tidak perlu belajar karena nilai sudah ditakdirkan. Sari menjelaskan bahwa hasil memang berada dalam ketetapan Allah, tetapi manusia diperintah berusaha. Guru mengajak kelas membedakan hal yang dapat dikendalikan, seperti waktu belajar, strategi, dan meminta bantuan, dengan hal yang tidak dapat dikendalikan.
Qada dan qadar menegaskan ilmu, kehendak, dan ketetapan Allah sekaligus tanggung jawab manusia dalam wilayah pilihan. Allah Mahamengetahui, manusia memiliki tugas dan pilihan, sedangkan hasil akhir tidak sepenuhnya berada dalam kendali manusia.
Ikhtiar berarti memilih tindakan terbaik berdasarkan ilmu, kemampuan, risiko, dan nilai moral. Kumpulkan informasi, buat alternatif, dan minta nasihat sebelum menentukan pilihan.
Doa menumbuhkan hubungan dengan Allah. Tawakal adalah menyerahkan hasil setelah usaha yang sungguh-sungguh. Berdoa sebelum dan sesudah usaha, tidak sombong saat berhasil, dan tidak putus asa ketika gagal.
Hasil yang baik disyukuri tanpa merendahkan. Hasil yang belum sesuai dihadapi dengan sabar dan perbaikan melalui evaluasi proses, menerima masukan, dan mencoba kembali secara realistis.
Tawakal yang benar dilakukan ...
Dalil mengikuti Bab 7 buku. Teks Arab ayat diverifikasi dengan Quran.com dan hadis dengan Sahih Muslim 2664.
Makna ringkas: orang beriman yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada yang lemah, dan pada keduanya terdapat kebaikan. Bersungguh-sungguhlah pada hal yang bermanfaat, mohon pertolongan kepada Allah, dan jangan merasa lemah.
Sumber: H.R. Muslim no. 2664.
Lam dibaca jelas ketika bertemu huruf qamariyah.
Lam tidak dibaca jelas karena masuk pada huruf sesudahnya.
Latihan tetap dilakukan bersama guru untuk ketepatan makhraj.
Gunakan hanya keputusan akademik atau kebiasaan yang aman, bukan keputusan pribadi sensitif. Nilai 1–5 pada setiap kriteria.
| Pilihan | Kesesuaian tujuan | Kemampuan | Risiko rendah | Nilai/tanggung jawab | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| 12 | |||||
| 12 | |||||
| 12 |
Aplikasi ramalan nasib, konten zodiak, atau klaim mengetahui masa depan tidak menjadi dasar keputusan seorang Muslim. Teknologi dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan membantu perencanaan, bukan mengaku mengetahui perkara gaib.
Keberhasilan dan kegagalan seseorang dipengaruhi banyak faktor. Hindari menyalahkan orang miskin atau sakit hanya karena dianggap kurang berusaha. Iman mendorong bantuan sosial, keadilan, dan empati.
Buku menampilkan beliau sebagai teladan ikhtiar, kejujuran, dan kedermawanan setelah hijrah. Keberhasilan tidak dipandang semata-mata sebagai hasil diri, tetapi sebagai nikmat yang menuntut tanggung jawab.
Empat aktivitas menguji wilayah kendali, ikhtiar vs pasrah, urutan keputusan, dan literasi digital.
Sebuah aplikasi menjanjikan dapat memprediksi nasib akademik tahun depan berdasarkan zodiak. Teman ingin menjadikannya dasar memilih sekolah. Apa tindakan paling tepat?
Jawab 10 tantangan. Skor terbaik disimpan di browser.
Tantangan mencakup qada, qadar, ikhtiar, doa, tawakal, evaluasi, dalil, dan literasi digital.
Skor terbaik masuk ke hasil belajar.
Pilih keputusan akademik atau kebiasaan yang aman. Jangan menggunakan keputusan pribadi sensitif. Susun tujuan, pilihan, data, risiko, nilai Islam, rencana tindakan, doa, dan evaluasi.
| Tingkat | Deskripsi |
|---|---|
| 4 • Sangat Baik | Isi akurat dan lengkap, alasan kuat, contoh relevan, produk rapi, kerja mandiri/kolaboratif sangat bertanggung jawab. |
| 3 • Baik | Isi umumnya akurat, alasan cukup, contoh sesuai, produk selesai, tanggung jawab baik. |
| 2 • Berkembang | Sebagian isi benar, masih ada kekeliruan, alasan terbatas, produk memerlukan perbaikan. |
| 1 • Perlu Bimbingan | Isi belum menunjukkan pemahaman dasar, alasan tidak jelas, atau produk belum selesai. |
Gunakan contoh akademik atau kebiasaan yang aman. Tidak perlu menuliskan keputusan pribadi sensitif.
Aplikasi memilih 15 soal acak dari bank 20 soal. KKTP 75.
Materi: qada dan qadar, ikhtiar yang cerdas, doa dan tawakal, syukur-sabar-perbaikan, dalil, tahsin, literasi digital, dan Peta Keputusan Bertanggung Jawab.
Alokasi: 3 pertemuan.
| 4 | Isi akurat dan lengkap, alasan kuat, contoh relevan, produk rapi, tanggung jawab sangat baik. |
|---|---|
| 3 | Isi umumnya akurat, alasan cukup, contoh sesuai, produk selesai. |
| 2 | Sebagian isi benar, alasan terbatas, produk perlu perbaikan. |
| 1 | Pemahaman dasar belum terlihat atau produk belum selesai. |